Top News
Recent Post Recent Post
View More
MAKALAH
EVALUASI PEMBELAJARAN MATEMATIKA
“TAKSONOMI
BLOOM”
OLEH:
KELOMPOK
3
1.
JEVI
MELIA PUTRI (17029099)
2.
SISKA
ELVADININGSIH (17029076)
3.
SITI
UTAMI DILAWATI (17029077)
DOSEN
PEMBIMBING : KHAIRANI, S.Pd., M.Pd.
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN
ALAM
UNIVERSITAS NEGERI PADANG
2019
KATA PENGANTAR
Puji
dan syukur penulis panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa karena atas
berkat rahmat, karunia, hidayah dan kehendak-Nyalah Makalah ini dapat selesai
tepat pada waktunya.
Penulisan
makalah ini bertujuan untuk mengulas mengenai taksonomi bloom. Dalam makalah
ini penulis menemukan banyak kesulitan, terutama keterbatasan mengenai
penguasaan ilmu tentang taksonomi bloom, tetapi berkat bimbingan yang diberikan
oleh berbagai pihak akhirnya penulis pun dapat menyelesaikan makalah ini serta
adanya media massa yang sangat menunjang penyelesaian makalah ini.
Sebagai
mahasiswa, penulis menyadari bahwa pengetahuan yang dimiliki masih terbatas
sehingga dalam makalah ini masih ditemukan banyak kekurangan. Maka, kritik dan
saran dirasakan sangat dibutuhkan untuk kemajuan penulis di masa yang akan
datang.
Penulis
berharap, agar dengan adanya makalah ini tidak hanya meningkatkan pengetahuan
bagi mahasiswa dan dapat mengaplikasikannya di kehidupan sehari-hari.
Padang,
03 September 2019
Penulis
DAFTAR
ISI
Kata
Pengantar...................................................................................................... 1
Daftar
Isi................................................................................................................ 2
BAB
I PENDAHULUAN.................................................................................... 3
A.
Latar Belakang Masalah............................................................................ 3
B.
Rumusan Masalah...................................................................................... 3
C.
Tujuan Makalah......................................................................................... 4
BAB
II ISI DAN PEMBAHASAN..................................................................... 5
A.
Pengertian Taksonomi Bloom.................................................................... 5
B.
Taksonomi Bloom Revisi........................................................................... 5
C.
Pembagian Taksonomi Bloom................................................................... 7
a. Aspek
Kognitif.............................................................................. 7
b. Aspek
Afektif................................................................................ 8
c. Aspek
Psikomotorik..................................................................... 10
D.
Implementasi Taksonomi Bloom dalam
Pembelajaran Matematika........ 11
BAB
III PENUTUP............................................................................................ 14
A.
Kesimpulan.............................................................................................. 14
B.
Saran........................................................................................................ 14
DAFTAR
PUSTAKA......................................................................................... 15
BAB
I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang Masalah
Sejarah
taksonomi bloom bermula ketika awal tahun 1950-an, dalam Konferensi Asosiasi
Psikolog Amerika, Bloom dan kawan-kawan mengemukakan bahwa dari evaluasi hasil
belajar yang banyak disusun di sekolah, ternyata persentase terbanyak butir
soal yang diajukan hanya meminta siswa untuk mengutarakan hapalan mereka.
Konferensi tersebut merupakan lanjutan dari konferensi yang dilakukan pada
tahun 1948. Menurut Bloom, hapalan sebenarnya merupakan tingkat terendah dalam
kemampuan berpikir (thinking behaviors). Masih banyak level lain yang lebih
tinggi yang harus dicapai agar proses pembelajaran dapat menghasilkan siswa
yang kompeten
di bidangnya. Akhirnya pada tahun 1956, Bloom, Englehart, Furst,
Hill dan Krathwohl berhasil mengenalkan kerangka konsep kemampuan berpikir yang
dinamakan Taxonomy Bloom.
Benjamin. S. Bloom
membuat suatu klasifikasi berdasarkan urutan keterampilan berpikir dalam suatu
proses yang semakin lama semakin tinggi tingkatannya. Mula-mula taksonomi bloom
terdiri atas dua bagian yaitu ranah kognitif dan ranah afektif (cognitive
domain and affective domain). Pada tahun 1966 Simpson menambahkan ranah
psikomotor melengkapi apa yang tekah dibuat oleh bloom. Dengan demikian menjadi
tiga ranah yaitu ranah kognitif, ranah afektif dan ranah psikomotor.
B.
Rumusan
Masalah
Adapun rumusan masalah yang diangkat
untuk makalah ini yaitunya:
1. Apa
pengertian taksonomi bloom?
2. Apa
itu taksonomi bloom revisi?
3. Apa
saja pembagian taksonomi bloom?
4. Bagaimana
implementasi taksonomi bloom dalam pembelajaran matematika?
C.
Tujuan
Makalah
1. Untuk
mengetahui apa itu taksonomi bloom
2. Untuk
mengetahui taksonomi bloom revisi
3. Untuk
mengetahui apa saja pembagian taksonomi bloom
4. Untuk
mengetahui implementasi taksonomi bloom dalam pembelajaran matematika.
BAB
II
ISI
DAN PEMBAHASAN
A.
Pengertian
Taksonomi Bloom
Taksonomi
berasal dari dua kata dalam bahasa Yunani yaitu tassein yang berarti
mengklasifikasi dan nomos yang berarti aturan. Jadi Taksonomi berarti hierarkhi
klasifikasi atas prinsip dasar atau aturan. Istilah ini kemudian digunakan oleh
Benjamin Samuel Bloom, seorang psikolog bidang pendidikan yang melakukan
penelitian dan pengembangan mengenai kemampuan berpikir dalam proses
pembelajaran.
Taksonomi
Bloom adalah struktur hierarki (bertingkat) yang mengidentifikasikan
keterampilan berpikir mulai dari jenjang yang rendah hingga yang tinggi.
Berawal dari pemikiran dan penelitian seorang psikolog pendidikan dari Amerika
Serikat Benjamin S. Bloom pada tahun 1950, bahwa evaluasi hasil belajar
disekolah sebagian besar butir soal yang diajukan hanya berupa soal tentang
hapalan, sedangkan menurutnya hapalan merupakan tingkat terendah dalam
kemampuan berfikir. Agar proses pembelajaran menghasilkan siswa berkompeten,
maka disusunlah suatu Taksonomi Bloom yang dipublikasikannya pada tahun 1956
dengan judul “Taxonomy Of Educational
Objectives: The Classification of Educational Goals” (Effendi, 2017).
B.
Taksonomi
Bloom Revisi
Seiring
perkembangan teori pendidikan, Krathwohl (2001) dan para ahli psikologi aliran
kognitivisme memperbaiki taksonomi Bloom agar sesuai dengan kemajuan zaman.
Hasil perbaikan tersebut dipublikasikan pada tahun 2001 dengan nama Revisi
Taksonomi Bloom. Revisi yang dibuat hanya pada ranah kognitif dengan
menggunakan kata kerja.
Perubahan
ini dilakukan dengan memberi versi baru pada ranah kognitif yaitu dimensi
proses kognitif dan dimensi pengetahuan kognitif (Anderson, 2010). Selanjutnya
ada empat kategori dalam dimensi pengetahuan kognitif yaitu pengetahuan
faktual, pengetahuan konseptual, pengetahuan prosedural, dan pengetahuan
metakognitif. Sedangkan pada dimensi proses kognitif juga dibagi menjadi 6
tingkatan yaitu: Mengingat (remembering),
memahami (understanding),
mengaplikasikan (applying),
menganalisis (analyzing),
Mengevaluasi (evaluating), dan
mengkreasi (creating). Enam tingkatan
inilah yang sering digunakan dalam merumuskan tujuan belajar yang di kenal
dengan istilah C1 sampai dengan C6.
Revisi
yang mereka lakukan mencakup beberapa perubahan antara lain :
a) Mengubah
jenis kata dalam taksonomi Bloom, dari jenis kata benda (noun) menjadi kata kerja (verb).
b) Melakukan
organisasi ulang urutan jenjang.
c) Mengganti
kategori pengetahuan (knowledge)
menjadi mengingat (remembering),
pemahaman (comprehension) menjadi
memahami (understanding) dan sintesis
(Synthesis) menjadi menciptakan (creating).
Jenjang
dalam taksonomi Bloom revisi adalah sebagai berikut:
a.
Mengingat
(remembering)
Indikator-indikator
untuk jenjang ini adalah mengenali (recognizing),
mendaftar (listing), menggambarkan (describing), mengidentifikasi (identifying), menamakan (naming), meletakan (locating) dan menemukan (finding).
b.
Memahami
(understanding)
Indicator-
indikatornya adalah menafsirkan (interpreting),
mencontohkan (exemplify), merangkum (summarizing), menyimpulkan (inferring), menyatakan kembali (paraphrasing), mengklasifikasi (classifying), membandingkan (comparing) dan menjelaskan (explaning).
c.
Menerapkan
(Applying)
Indikator-indikatornya
adalah menjalankan (implementing),
melaksanakan (carrying out),
menggunakan (using) dan menyelesaikan
(executing).
d.
Menganalisa
(analyzing)
Indicator
jenjang ini adalah membandingkan (comparing)
e.
Mengevaluasi
(evaluating)
Indikator-indikatornya
adalah memeriksa (checking), membuat
dugaan (hypothesizing), mengkritisi (critiquing), melakukan percobaan (experimenting), menilai (judging), menguji (testing), mendeteksi (detecting),
dan memonitor (monitoring).
f.
Menciptakan
(creating)
Indikator-indikatornya
adalah mendesain (designing),
menkonstruksi (constructing),
merencanakan (planning), menghasilkan
(producing), menemukan (inventing), menciptakan (devising) dan membuat (making).
C.
Pembagian
Taksonomi Bloom
Selanjutnya dalam Taksonomi Bloom (Arikunto,
2009), tujuan pendidikan dibagi ke dalam tiga domain, yaitu:
1.
Ranah
Kognitif (Cognitive Domain), yang berisi perilaku-perilaku yang
menekankan aspek intelektual, seperti pengetahuan, pengertian, dan keterampilan
berpikir.
2.
Ranah
Afektif (Affective Domain) berisi perilaku-perilaku yang menekankan
aspek perasaan dan emosi, seperti minat, sikap, apresiasi, dan cara penyesuaian
diri.
3.
Ranah
Psikomotor (Psychomotor Domain) berisi perilaku-perilaku yang
menekankan aspek keterampilan motorik seperti tulisan tangan, mengetik,
berenang, dan mengoperasikan mesin.
Penjabaran dalam taksonomi bloom adalah
sebagai berikut:
1)
Ranah Kognitif
Taksonomi Bloom digagas oleh Benjamin S.
Bloom, membagi ranah kognitif menjadi 6 jenjang yaitu:
·
Pengetahuan
(Knowledge / C1), yaitu kemampuan mengingat materi yang telah dipelajari dari
pengalaman belajar.
·
Pemahaman
(Comprehension / C2), yaitu kemampuan untuk menjelaskan arti materi pelajaran
yang berupa kata, angka, dan sebab-akibat.
·
Aplikasi
(Aplication/ C3) yaitu kemampuan menggunakan materi pelajaran yang telah
dipelajari lewat pengalaman belajar terhadap situasi dan kondisi yang lebih
konkrit.
·
Analisis
(Analysis/ C4) yaitu kemampuan memecah materi menjadi bagian-bagian sehingga
struktur organisasi materi dapat dimengerti.
·
Sintesis
(synthesis/ C5) yaitu kemampuan menempatkan bagian-bagian secara bersama
sehingga mambentuk sesuatu yang baru sebagai suatu kesatuan.
·
Evaluasi
(Evaluation/ C6) yaitu kemampuan mengambil keputusan untuk memberikan penilaian
atau pertimbangan tehadap suatu materi pelajaran sesuai dengan tujuannya.
Jenjang 1 sampai dengan 3 digolongkan sebagai keterampiln berfikir
dasar (basic thinking skill), sedangkan jenjang 4 sampai dengan 6 dimasukan ke
keterampilan berfikir yang lebih tinggi (higher order thinking skill).
Taksonomi Bloom sangat besar manfaatnya dalam merencanakan pembelajaran dan
mengorganisasi keterampilan berfikir dalam 6 jenjang, dari mulai yang paling
dasar sampai ke tingkat yang lebih tinggi
2)
Ranah Afektif
Ranah
Afektif mencakup segala sesuatu yang terkait dengan emosi, misalnya perasaan,
nilai, penghargaan, semangat,minat, motivasi, dan sikap. Lima kategori ranah
ini diurutkan mulai dari perilaku yang sederhana hingga yang paling kompleks.
1) Penerimaan (Receiving) – A1
Mengacu kepada kemampuan memperhatikan dan
memberikan respon terhadap sitimulasi yang tepat. Penerimaan merupakan tingkat
hasil belajar terendah dalam domain afektif. Dankemampuan untuk menunjukkan
atensi dan penghargaan terhadap orang lain. Contoh: mendengar pendapat orang
lain, mengingat nama seseorang.
2) Responsive (Responding) – A2
Satu tingkat di atas penerimaan. Dalam hal ini
siswa menjadi terlibat secara afektif, menjadi peserta dan tertarik. Kemampuan
berpartisipasi aktif dalam pembelajaran dan selalu termotivasi untuk segera
bereaksi dan mengambil tindakan atas suatu kejadian. Contoh: berpartisipasi
dalam diskusi kelas.
3) Nilai yang dianut (Value) – A3
Mengacu kepada nilai atau pentingnya kita
menterikatkan diri pada objek atau kejadian tertentu dengan reaksi-reaksi
seperti menerima, menolak atau tidak menghiraukan. Tujuan-tujuan tersebut dapat
diklasifikasikan menjadi “sikap dan opresiasi”. Serta Kemampuan menunjukkan
nilai yang dianut untuk membedakan mana yang baik dan kurang baik terhadap
suatu kejadian/obyek, dan nilai tersebut diekspresikan dalam perilaku. Contoh:
Mengusulkan kegiatanCorporate Social Responsibility sesuai dengan nilai yang
berlaku dan komitmen perusahaan.
4) Organisasi (Organization) – A4
Mengacu kepada penyatuan nilai, sikap-sikap
yang berbeda yang membuat lebih konsisten dapat menimbulkan konflik-konflik
internal dan membentuk suatu sistem nilai internal, mencakup tingkah laku yang
tercermin dalam suatu filsafat hidup. Dan Kemampuan membentuksystem nilai dan
budaya organisasi dengan mengharmonisasikan perbedaan nilai. Contoh:
Menyepakati dan mentaati etika profesi, mengakui perlunya keseimbangan antara
kebebasan dan tanggung jawab.
5) Karakterisasi (characterization) – A5
Mengacu kepada karakter dan daya hidup
sesorang. Nilai-nilai sangat berkembang nilai teratur sehingga tingkah laku
menjadi lebih konsisten dan lebih mudah diperkirakan. Tujuan dalam kategori ini
ada hubungannya dengan keteraturan pribadi, sosial dan emosi jiwa. DanKemampuan
mengendalikan perilaku berdasarkan nilai yang dianut dan memperbaiki hubungan
intrapersonal, interpersonal dan social. Contoh: Menunjukkan rasa percaya diri
ketika bekerja sendiri, kooperatif dalam aktivitas kelompok.
3)
Ranah Psikomotorik
Ranah Psikomotorik meliputi gerakan dan
koordinasi jasmani, keterampilan motorik dan kemampuan fisik. Ketrampilan ini
dapat diasah jika sering melakukannya. Perkembangan tersebut dapat diukur sudut
kecepatan, ketepatan, jarak, cara/teknik pelaksanaan. Ada tujuh kategori dalam
ranah psikomotorik mulai dari tingkat yang sederhana hingga tingkat yang rumit.
1. Peniruan – P1
Terjadi ketika siswa mengamati suatu gerakan.
Mulai memberi respons serupa dengan yang diamati. Mengurangi koordinasi dan
kontrol otot-otot saraf. Peniruan ini pada umumnya dalam bentuk global dan
tidak sempurna.
2. Manipulasi – P2
Menekankan perkembangan kemampuan mengikuti
pengarahan, penampilan, gerakan-gerakan pilihan yang menetapkan suatu
penampilan melalui latihan. Pada tingkat ini siswa menampilkan sesuatu menurut
petunjuk-petunjuk tidak hanya meniru tingkah laku saja.
3. Ketetapan – P3
Memerlukan kecermatan, proporsi dan kepastian
yang lebih tinggi dalam penampilan. Respon-respon lebih terkoreksi dan
kesalahan-kesalahan dibatasi sampai pada tingkat minimum.
4. Artikulasi – P4
Menekankan koordinasi suatu rangkaian gerakan
dengan membuat urutan yang tepat dan mencapai yang diharapkan atau konsistensi
internal di natara gerakan-gerakan yang berbeda.
5. Pengalamiahan – P5
Menurut
tingkah laku yang ditampilkan dengan paling sedikit mengeluarkan energi fisik
maupun psikis. Gerakannya dilakukan secara rutin. Pengalamiahan merupakan
tingkat kemampuan tertinggi dalam domain psikomotorik.
D.
Implementasi
Taksonomi Bloom dalam Pembelajaran Matematika
1.
Aspek
Bilangan
a) Mengingat
Buatlah
daftar jenis makanan dan minuman yang dapat kamu beli dengan harga Rp 500, Rp
5.000, dan Rp 20.000.
b) Memahami
Jelaskan
besaran uang rupiah yang dapat digunakan untuk membayar barang-barang tersebut.
c) Menerapkan
Hitunglah
kembalian yang kamu terima jika uangmu Rp 1.000, Rp 10.000 atau Rp 20.000 untuk
makanan/minuman yang kamu beli.
d) Menganalisa
Tentukan
dan catat operasi hitung apa yang kamu gunakan untuk menghitung kembalian
tersebut.
e) Mengevaluasi
Kriteria
apa yang kamu gunakan untuk mengetahui apakah jawabanmu benar atau salah?
f) Menciptakan
Buatlah
daftar pesanan makanan yang terdiri dari 3 macam makanan yang harganya
mendekati atau seharga Rp 2.500, Rp 7.500 dan Rp 25.000. Hitung harga total
pesananmu ! jika kamu diberikan uang sebesar Rp 50.000, hitung uang
kembaliannya!
2.
Aspek
Aljabar
a. Mengingat
Sebutkan
dua jenis fungsi yang kamu ketahui.
b. Memahami
Tuliskan
contoh bentuk umum fungsi-fungsi tersebut sebagai fungsi dalam x dan berikan
contoh khusus.
c. Menerapkan
(a)
Gambarkan grafik masing-masing contoh itu dalam koordinat cartesius.
(b)
Tentukan persamaan grafik fungsi berikut ini! (guru memberikan gambar grafik
fungsi linear, kuadrrat dengan beberapa informasi yang dibutuhkan).
d. Menganalisa
Jika
kita mau menentukan rumus suatu fungsi yang bentuk grafiknya terbatas, syarat
apa yang har us ditambahkan?
e. Mengevaluasi
Kriteria
apa yang kamu gunakan untuk mengetahui apakah jawabanmu benar atau salah?
f. Menciptakan
Buatlah
suatu gambar benda-benda dalam khidupan sehari-hari (missal gambar rumah,
perahu, orang dll), yang terdiri dari 3 jenis fungsi yang kamu sebutkan sebelumnya
dalam koordinat cartesisus! Berilah penjelasan rumus fungsi yang kamu gunakan
beserta domainnya untuk masing-masing grafik.
BAB
III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Taksonomi Bloom adalah struktur hierarki
(bertingkat) yang mengidentifikasikan keterampilan berpikir mulai dari jenjang
yang rendah hingga yang tinggi. Seiring perkembangan teori pendidikan Krathwohl
dan para ahli psikologi aliran kognitivisme memperbaiki taksonomi Bloom agar
sesuai dengan kemajuan zaman. Hasil perbaikan tersebut dipublikasikan pada
tahun 2001 dengan nama Revisi Taksonomi Bloom. Revisi yang dibuat hanya pada
ranah kognitif dengan menggunakan kata kerja.
Selanjutnya
dalam Taksonomi Bloom tujuan pendidikan dibagi ke dalam tiga domain, yaitu
ranah kognitif, ranah afektif, dan ranah psikomotorik.
B.
Saran
Dari berbagai uraian di
atas, tentunya tidak lepas dari berbagai kekurangan baik dari segi isi materi,
teknik penulisan dan sebagainya, untuk itu sangat diharapkan saran maupun
kritikan yang membangun dalam perbaikan makalah selanjutnya. Baik dari dosen
pembimbing maupun rekan-rekan mahasiswa.
DAFTAR
PUSTAKA
Arikunto, S. 2009. Dasar-dasar
Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.
Anderson,
L.W., Krathwohl, D.R. 2001. A Taxonomy for Learning, Teaching, and Assesing: A
Revision of Bloom’s Taxonomy of Educatioanl Objectives. New York: Addison
Wesley Longman, Inc.
Effendi, R. 2017. Konsep Revisi
Taksonomi Bloom dan Implementasinya pada Pelajaran Matematika. Jurnal
Ilmiah Pendidikan Matematika Volume 2 Nomor 1. P-ISSN: 2502-7638; E-ISSN:
2502-8391 Retrieved from http://journal.upgris.ac.id/index.php/JIPMat/article/view/1483
Anderson, L.
W et al. 2010. Kerangka Landasan untuk
Pembelajaran, Pengajaran, dan Asesmen Revisi Taksonomi. Yogyakarta :
Pustaka Pelajar
Subscribe to:
Comments (Atom)

